Senggama Intelektual

Membuka Cakrawala Berfikir Bebas

Arsip untuk Mei, 2008

Eksklusivisme itu Berlabel Kos Muslim

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 26, 2008

“ Di mana ada gula di situ ada semut” barangkali adalah pepatah yang tepat untuk menggambarkan hubungan antara rumah kos dengan kampus. Hampir dipastikan tak jauh dari kampus di situlah rumah-rumah kos bertebaran. Demikian pula di Malang yang konon katanya terkenal sebagai salah satu kota pendidikan.

Entah darimana asal usul bahasa kos itu sendiri. Lazimnya di Malang dan juga kota –kota yang lain, rumah kos adalah rumah tinggal yang menyewakan kamar-kamar tidurnya untuk disewakan kepada orang lain. Sewa menyewa itu dikenai biaya untuk jangka waktu tertentu. Penyewa seringnya diberi tanggung jawab atas kamar yang disewanya. Ini membedakan dengan tanggung jawab rumah kontrak(an) yang biasanya disewakan seisi rumah beserta fasilitasnya untuk dikelola oleh penyewa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam penelitian | 12 Komentar »

Anti-Dühring dan Dialektika Engels (1878)

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 23, 2008

Alih Bahasa: Ira Iramanto

Karya berikut ini sama sekali tidak berasal dari suatu “dorongan kalbu”. Sebaliknya, temanku Liebknecht dapat bersaksi akan usahanya yang keras untuk membujuk diriku mengarahkan sorotan kritik pada teori paling baru Herr Dühring mengenai sosialisme. Sekali kuputuskan untuk melakukan hal itu, aku tidak mempunyai pilihan lain kecuali menyelidiki teori ini, yang mengklaim merupakan buah praktikal terakhir dari suatu sistem filosofikal baru, dalam kaitannya dengan sistem ini, dan dengan demikian memeriksa sistem itu sendiri. Karenanya aku terpaksa mengikuti Herr Dühring ke dalam wilayah yang sangat luas, di mana ia berbicara mengenai segala hal yang mungkin dan mengenai hal-hal lain pula. Itulah menjadi asal-usul serentetan karangan yang muncul dalam Vorwärts Leipzig dari awal tahun 1877 dan seterusnya dan disajikan di sini sebagai suatu kesatuan yang berangkaian. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pemikiran tokoh | Leave a Comment »

Paul Feyerabend: Against Method

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 14, 2008

Paul Feyerabend (1924-1994) mempelajari sejarah dan sosiologi sebelum memutuskan untuk mendalami fisika. Tesis doktornya diperoleh dalam filsafat di bawah bimbingan Karl Popper. Karya terbesar Feyerabend adalah Against Method yang ditulis pada tahun 1975.

Pada awalnya, sebagai murid Popper, Feyerabend mendukung filosofi dan prinsip falsifikasi Popper namun kemudian dia berbalik menjadi salah seorang penentang Popper. Feyerabend berpendapat bahwa prinsip falsifikasi Popper tidak dapat dijalankan sebagai satu-satunya metode ilmiah untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pemikiran tokoh | 2 Komentar »

Michael Foucault: Usaha Mengenal ‘Yang Lain’

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 14, 2008

Banyak pemikiran muncul dan berkembang dilatari oleh kondisi sosio-kultural tempat sang pemikir hidup. Pemikir adalah anak zamannya, walaupun pemikirannya nanti menembus ruang dan waktu. Pemikir dan pemikirannya adalah bagian dari satu gestalt, bisa berupa sejarah atau peradaban (seperti Barat), bisa juga agama (seperti Islam). Pemikiran Al-Ghazâlî bisa dipahami secara jernih dengan melihat gestalt-nya secara keseluruhan, yakni Islam. Ia adalah bagian dari gestalt, yang berarti diterangkan oleh gestalt tersebut. Begitu juga Michel Foucault, Ia adalah bagian dari suatu gestalt, yakni peradaban Barat, karena itu, Ia diterangkan oleh gestalt-nya. Memahami Foucault, berarti juga harus memahami gestalt-nya, sebagai salah satu unsur pembentuk. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pemikiran tokoh | 2 Komentar »

Gillez Deleuze and Felix Guattari: konstruktivisme Chaotic

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 14, 2008

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

“Tuhan telah mati” adalah manifesto tanpa ideologi tentang aksi vitalistik. Posmodernisme sebagai sebuah gerakan nihilisme hadir memenuhi ruang perdebatan filsafat kontemporer. Polemik pun berkembang: jika keriuhan posmodernisme merupakan sebuah epos sejarah hari ini, bukankah kedatangannya lebih menyerupai bentuk kebudayaan daripada kritik—atas absolutisme modernitas? Nihilisme sebagai “tamu yang datangnya paling aneh” yang representasional menjadi posmodernisme secara ironis terinstitusi oleh wacana tertentu yang mendeteritorialisasikan gerak perdebatan menjadi instrumen yang menyokong terbentuknya sebuah epos. Posmodernisme yang nihilistik telah didekodekan sifat berbahayanya sebagai revaluasi kritis menjadi epos yang menggantikan modernisme itu sendiri. Posmodernisme hadir sekedar sebagai tampilan lain dari modernisme. Jika demikian, posmodernisme sebagai sebuah epos telah mati sebelum lahir. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pemikiran tokoh | Leave a Comment »

Rene Des Cartes Seorang Rasionalis Yang Tidak Menghargai Rasio

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 14, 2008

Edi Purwanto

Rene Des Cartes adalah seorang tokoh rasionalis yang memiliki sebuah slogan besar “Cogito Ergo Sum” saya berfikir maka saya ada. Pada masa itu perkataan Des Cartes sangatlah memiliki sebuah pengaruh yang sangat besar. Melanjutkan dari rasionalimenya Plato Des Cartes mencoba untuk mengusung kembali dan menafikan empirismenya Aristoteles. Sebenarnya Des Cartes Ingin sekali melepaskan semua pemikiranya berkenaan dengan hal-hal yang sifatnya adalah metafisika. Dalam praksisnya Des Cartes terjebak pada pengetahuan yang sifatnya substantif. Des Cartes tidak berani secara radikal memberikan penjekasan tentang sesuatu yang ia sanksikan. Dalam pensanksianya ia kelihatan masih mamang dan ragu-ragu dalam menafikan eksistensi dari Tuhanya.Dalam tataran praksis Des Cartes juga masih dalam keadan tidak komitmen terhadap pemikiranya sendiri berkenan dengan rasionalis. Dia beranggapan bahwa pengetahuan yang murni yaitu melalui proses nalar yaitu bersifat rasional. Dalam kerasionalanya Des Cartes secara tidak langsung pasti akan menjustifikasi bahwa kebenaran diluar dirinya (other) adalah tidak ada dan dalam pemikiranya pula kehidupan tidak bisa lepas dari sebuah pemikiran. Dalam hal ini akal manusia sangatlah terbatas dan ketika keterbatasan ini membentuk sebuah kesadaran maka jatuhnya akan masuk pada hal-hal yang sifatnya substantif. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pemikiran tokoh | 2 Komentar »

Menyelami Dunia Positivisme Mencari Dunia Post Positivisme

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 14, 2008

oleh: Edi Purwanto
Dalam kehidupan yang serba carut marut pasca Revolosi perancis abad 19 seorang ahli fisika dan politehnik terkemuka zaman itu mencoba untuk menstabilkan sebuah masyarakat dengan mencoba untuk memberikan sebuah solusi tentang konsep masyarakat ideal yaitu masyarakat positivistik. Aguste Comte hadir dalam rangka memberikan jawaban atas keresahan dan kecarut marutan masyarakat Prancis. Dengan teori determinanya dia mencoba menggambarkan masyarakat Perancis dalam tiga tahap, yaitu masyarakat teologis atau mitos, masyarakat metafisika, dan masyarakat positivis yang disebut oleh Aguste comte sebagai masyarakat yang mapan.Positivisme memberikan sebuah kunci pencapaian hidup manusia dan ia mrupakan satu-satunya formasi sosial yang benar-benar bisa dipercaya kehandalan dan dan akurasinya dalam kehidupan dan keberadaan masyarakat. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pemikiran tokoh | 2 Komentar »