Senggama Intelektual

Membuka Cakrawala Berfikir Bebas

Arsip untuk Mei 6th, 2008

Sakiya Sunaryo: Saya Tidak Terima Ludruk Di Surabaya Hilang

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 6, 2008

Edi Purwanto

Siang itu Kota Surabaya terasa panas sekali. Panasanya terik matahari seolah-olah membuat kulit setiap orang yang ada dibawahnya terbakar. Asap kendaraan dan pabrik serta bau sampah menyengat. Dari jauh terdengar suara motor yang tidak pernah berhenti berbunyi. Sesekali suara pesawat terbang menambah kebisingan dan hiruk-pikuk kota Surabaya. Tidak jauh dari keramaian kota Surabaya ada sebuah gedung Ludruk. Gedung ini bernama Gedung Ludruk Irama Budaya. Tepatnya berada di Wonokromo, di Pinggir Sungai Brantas. Gedung itu sangat sederhana arsitekturnya masih model lama. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pemikiran tokoh | Leave a Comment »

Pak Poyo: Jaranan Seharusnya Tidak Keluar dari Pakem

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 6, 2008

Oleh: Edi Purwanto

 Mentari sudah berada diatas kepala, jam tanganku sudah menunjukan pukul 11.00. suara motor terdengar menderu-deru seolah memekakan telingaku. Pedagang kaki lima berjajar memenjang dari utara ke selatan pasar Bandar. Para pedagang asik menawarkan daganganya kepada setiap pembeli yang menghampirinya. Tampak olehku orang tua berumur 70 tahunan sedang berada diatas becak. Tampak dari kejauhan dia sangat lelah sekali. Kelihatanya dia habis mengangkut penumpang. Keringatnya mengalir deras membasahi tubuh dan mukanya. Kulitnya yang hitam bercampur dengan debu jalanan membuat wajahnya mengkilat tersapu oleh sengatan panas mentari. Topi caping yang dia gunakan sebagai pelindung wajahnya dari sengatan matahari tampak kusam. Ketika saya menghampirinya dia tersenyum lebar dan menyambutku dengan bangga. Dialah pak Poyo seniman jaranan yang kegiatan sehari-harinya mengayuh becak dan mengangkut sampah kalu malam harinya. Dia memiliki 5 orang anak dan 6 orang cucu. Dia adalah seniman jaranan. Dengan senyum lebar dia mulai bercerita tentang pergulatan hidupnya sebagai seniman jaran kepang dikediri. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pemikiran tokoh | 2 Komentar »

MUI Terjebak Dalam Kepentingan Kelompok

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 6, 2008

Oleh : Edi Purwanto
SKB antara MUI Departemen Agama dan Jaksa Agung segera akan diluncurkan. SKB itu membahas tentang keberadaan Ahmadiyah yang dianggap sesat dari ajaran Islam. Hal ini dikarenakan Ahmadiyah tidak mengakui Muhammad sebagai Nabi terakhir. Mereka meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad lah yang dianggap Nabi terakhir. Fenomena ini tentunya membuat mayoritas muslim di Indonesia merasa gerah. Sehingga beberapa kali masyarakat mendesak pemerintah agar membubarkan keberadaan Ahmadiyah di Indonesia.
Mungkin masih belum hilang di benak kita tentang hangar-bingar sholat bilingual yang dilakukan oleh KH. Yusman Roy Di Pondok Itikaf Ngaji Lelaku Bululawang Singosari Malang, beberapa tahun lalu yang membuat Pimpinan Pondok itu mendekam di balik jeruji besi. Kasus yang sama terjadi di YNKC Probolinggo yang menerbitkan buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Buku ini oleh kalangan Islam dominan dianggap menyeleweng dari Aqidah Islam dan harus di musnahkan dari peredaranya. Dan masih banyak kasus lain yang serupa yang oleh kaum muslim dominan dianggap sesat. Kasus yang sama akan terus terjadi ketika Islam dijadikan sebuah Agama mapan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam opini | Leave a Comment »

Kesenian Jaranan dalam Proyek Negara

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Mei 6, 2008

Oleh: Edi Purwanto

Dari kejauhan terdengar suara Gong, kempul dan saron begitu nyaring. Suara terompet yang mendayu-dayu membuat saya tertarik untuk mendatangi sumber suara itu. Setelah aku mendekat ternyata ada banyak orang yang sedang berkumpul di situ. teryata mereka sedang asyik melihat pertunjukan jaranan yang digelar oleh dinas pariwisata di Selomangleng. Saya sempat ta’jub melihat beberapa orang yang sedang kalap. “Mereka sedang dimasuki roh halus”, kata seorang dukun yang berada di samping kiriku. dalam keadaan kalap mereka makan sesaji yang sudah disediakan oleh dukun. ada yang memakan kembang, kemenyan dan yang lebih mengerikan lagi adalah yang memakan pecahan kaca dan bara api yang masih berwarna merah.

Sebenarnya Jaranan itu muncul sejak kapan sih? Seni jaranan itu mulai muncul sejak abad ke 10 Hijriah. Tepatnya pada tahun 1041. atau bersamaan dengan kerajaan Kahuripan dibagi menjadi 2 yaitu yaitu bagian timur Kerajaan Jenggala dengan ibukota Kahuripan dan sebelah Barat Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan Ibukota Dhahapura. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam penelitian | Leave a Comment »