Senggama Intelektual

Membuka Cakrawala Berfikir Bebas

Satu-satunya Tempat Ibadah Yahudi di Segel Massa

Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Januari 20, 2009

Pada bulan Januari 2009 dalam amatan kami paling tidak ada dua kasus yang sempat menjadi sorotan kami. Yang pertama adalah penutupan Sinagog di di Jalan Kayon No. 4 Surabaya oleh gabungan massa yang menamakan diri sebagai Masyarakat Peduli Palestina. Kejadian ini terjadi pada hari Rabu, 7 Januari 2009.

Selain kasus penutupan satu-satunya tempat ibadah orang Yahudi itu juga ada satu kasus lagi yang terjadi di kota Batu. Yaitu penutupan prostitusi dan tempat-tempat yang dianggap berbau bisnis esek-esek di kota Batu. Berbagai ormas masyarakat melakukan orasi dan meminta kepada pemerintah kota Batu untuk menutup seluruh lokasi pelacuran di Kota Batu. Kejadian ini terjadi pada hari Senin, 12 Januari 2009.

Pada hari Rabu tanggal 7 Januari 2009 Jalan kayun No. 4-6 surabaya mendadak menjadi ramai. Ratusan Massa yang tergabung dalam Masyrakat Peduli Palestina (MPP) mengepung tempat ibadah orang Yahudi (synagogue). Mereka menyegel tempat ibadah itu dan tidak memperbolehkan lagi digunakan untuk ibadah umat Yahudi.

Sebelumnya gabungan ormas Islam yang terdiri dari MUI, NU, Muhammadiyah, Hidayatullah, DDDI, Al-Irsyad, Al-Qoiriyah, Bayinat, Al-Syiyah, Muslimat, BKPPM, GP Ansor, HMI, ICMI, CICS, PII, FAK, HTI, PITI, FUI, dan BMI ini berorasi di depan gedung Grahadi Surabaya.

Kedatangan mereka ke grahadi adalah untuk berorasi memprotes dan mengutuk agresi militer Israel terhadap Palestina. Dengan membawa berbagai macam atribut dan poster mereka beryel-yel untuk mengutuk Palestina.

Tidak puas orasi di depan Grahadi, massa pada pukul 10.00 bergerak menuju Jalan Kayon No. 4-6 Surabaya. Mereka meneriakan yel-yel anti Israel dan anti Yahudi. Massa yang sudah terbakar amarah ini lalu melakukan pembakaran bendera Israel di depan Sinagog. Belum puas membakar bendera, mereka lantas menyegel tempat ibadah orang Yahudi itu.

Massa beranggapan bahwa keberadaan tempat ibadah orang Yahudi ini merupakan tempatnya orang Israel untuk melakukan invansi di Indonesia. Maka dari itu keberadaan tempat ibadah itu harus ditutup. Dengan menggunakan gembok, mereka menyegel satu-satunya tempat ibadah orang Yahudi di Indonesia itu.

”Tempat ini terlarang dan harus di tutup selamanya”, ujar Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Abdurohman Navis, yang ikut dalam demonstrasi itu.

Mereka bertakbir, meneriakan slogan anti-Israel dan Yahudi, mengibar-ngibarkan bendera Palestina. ”Pemkot harus menutup tempat ini selamanya,” tegas Ketua MUI Jatim Abdushomad Buchori. ”Sinagog ini merupakan lambang Yahudi dan Zionis,” lanjutnya.

Setelah melakukan orasi di depan sinagog dan membakar bendera Israel serta menyegel tempat ibadah itu dengan gembok massa membubarkan diri dengan tertib. Sambil berteriak-teriak Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Tidak Berfungsi

Tempat ibadah orang Yahudi ini memang sudah lama tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Beberapa orang yahudi yang berada di Surabaya kalau beribadah di rumahnya masing-masing. Entah mengapa mereka tidak lagi menggunakan tempat ini sebagai tempat ibadahnya.

Konon tempat ini adalah bangunan bersejarah tinggalan zaman Belanda. Dahulu memang digunakan sebagai tempat ibadah bagi orang-orang Yahudi. Namun rupanya para ahli warisnya tidak mau lagi melakukan ibadah di sinagog. Mereka memilih untuk beribadah di rumahnya masing-masing.

Ahli waris orang Yahudi memang tidak banyak yang berada di Surabaya. Abraham Zahavi adalah salah satu ahli warisnya dai keturunan Yahudi Irak, sempat ke Israel buat cari jodoh.  Dapatnya malah Leah, wanita yahudi keturunan India.  Belakangan, Chaya, anak perempuannya malah menikah dengan lelaki muslim, sementara cucu cucu Lea anak lelaki dan anak perempuan dari Chaya malah masuk di sekolah katolik. Kendati cucu lelakinya ikutan sholat Jum’at bersama sang ayah. Kebanyakan mereka malah berpindah agama Kristen atau yang lainnya. Walaupun sebagian juga masih ada yang memeluk agama seperti nenek moyangnya (Edi)

Tulisan ini diolah dari:
inilah.com,
Jawapos.or.id
Republika, 15 Juni 2005)

4 Tanggapan ke “Satu-satunya Tempat Ibadah Yahudi di Segel Massa”

  1. anto berkata

    KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK TINGGAL DI TEMPAT YANG KITA PILIH

    KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK BEKERJA DI TEMPAT YANG KITA PILIH

    KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK PERGI KE TEMPAT YANG KITA PILIH

    KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK BEKERJA SAMA DENGAN SIAPAPUN YANG KITA PILIH

    KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK BERBICARA DENGAN BAHASA YANG KITA PILIH

    KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMILIKI PRIVASI SENDIRI….YAHUDI BUAKANLAH ISRAIL YAHUDI,NASRANI,ISLAM ADALAH AGAMA TURUN DARI ALLAH SWT DI PERINTAHKAN UNTUK MENTAATI KEHENDAKNYA….BERUKUK KEPADANYA…AMIN

  2. anto berkata

    SATU BUMI TANPA PEMERINTAHAN…..DAN TAAT PADA YANG ESA….ADIL DAN MERATA…MENGENAI KONFLIK ISRAIL DAN PALESTINE PERLU ADA PERUNDINGAN DAMAI DAN JUGA STOP PEMASOKAN SENJATA DI KEDUA BELAHNYA STOP PERANG……..!!!!!

  3. anto berkata

    ANARKISME BUKANLAH KEKACAUAN ATAUPUN TINDAKAN YANG MERUSAK

    ANARKISME MENGHANCURKAN INSTITUSI BUKAN KEHIDUPAN

    ANARKISME ADALAH SEBUAH FILOSOFI DARI KEMERDEKAAN, KEADILAN SOSIAL, DAN RESPEK PADA KEHIDUPAN BERSATU DAN BERJUANG DEMI SEBUAH DUNIA YANG LEBIH BAIK.GO INTERNASIONALIST SOSIALIST SEPENUHNYA…BUNG`

  4. rocknrevolt berkata

    anarkisme..
    hmmmm…

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>