kemarin UIN Malang Sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim Besok Apalagi ya?
Posted by Edi Purwanto pada Januari 28, 2009
Pagi ini aku bangun agak kesiangan karena mungkin semalam aku tidurnya menjelang pagi.
Capek juga sich ternyata kalau seperti ini terus. Begitu buka mata saya langsung ke kamar mandi melakukan kebiasaanku setiap bangun tidur, yaitu pipis alias buang air kecil dan mengambil sedikit air untuk cuci muka.
Begitu selesai saya langsung membuka pintu rumah dan sebuah koran sudah menunggu untuk saya ambil. Rupanya tukang koran datang lebih pagi daripada biasanya atau mungkin bangunku yang terlalu kesiangan. Langsung saja saya samber koran kompas itu. Pertama saya baca-baca soal berita utama dalam koran itu, beritanya biasa-biasa saja menurutku. Tiba-tiba saja mataku yang tadi masih belum waras dari rabun terbelalak ketika membaca Kompas Malang. sebagai HEADLINE ada tulisan SBY RESMIKAN UIN MALULANA MALIK IBRAHIM. Saya begitu kaget ketika saya membaca berita itu sampai tengah-tengah. ternyata yang menjadi UIN Maulana Malik Irahim itu adalah UIN Malang almamaterku dulu. Wah kacau begitu gumanku.
Kampus yang satu ini memang suka gonta-ganti nama. Dahulu pada awalnya adalah Fakultas Tarbiyah Sunan Ampel Surabaya di Malang, kemudian dalam berjalannya waktu berubah menjadi IAIN Sunan Ampel Malang. Kemudian pada tahun 1999 berubah nama menjadi STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam) Malang. Setelah perubahan ini kemudian pada tahun 2002 kampus ini berubah lagi menjadi UIS (Universitas Ibnu Sina) tidak lama kemudian karena menjalin hubungan dengan Sudah maka kampus ini berubah nama menjadi UIIS (Universitas Islam Indonesia Sudan). Nama-nama telah melahirkan ribuan wisudawan yang tidak jelas nasibnya seperti apa karena mereka sering ditolak berbagai perusahaan karena ketidakjelasan nama kampusnya.
Kemudian pada tahun 2005 kampus ini berubah lagi menjadi UIN Malang sampai dengan pada tahun 2008. Kemarin,Rabu 27 Januari kampus ini berubah lagi menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim. entah apa yang menjadi alasan pengambilan nama ini.
Memang kampus yang aneh sedunia. Tiap hari kerjaanya ganti nama melulu? kemarin UIN Malang Sekarang UIN MAulana Malik Ibrahim lantas besok apa lagi ya?
Mudah-mudahan pergantian nama ini menjadi berkah tersendiri dan tidak hanya membesarkan nama kampus belaka apa lagi membuat bangunan-bangunan besar yang di dalamnya tidak ada orang besar. lebih baik kampus yang sederhana akan tetapi banyak memiliki orang besar di dalamnya. Kebesaran kampus dan gonta-ganti nama justru membuat kampus ini semakin kerdil. karena tidak pernah PD dengan namanya. Mudah-mudahan ketidak PD-an ini tidak berimbas pada ketidak PD-an dosen-dosennya untuk bisa berkecimpung dalam dunia yang mencakup wilayah nasional dan internasional.
Batu, 28 Januari 2009






Gus Dur berkata
sabar yo..
ciwir berkata
pertamax….
jadi inget sekolah temenku dulu.
pertama ia masuk SMP 26 Solo, lalu pas kelas 2, diganti SMP 25 Solo, lha pas lulus berubah lagi menjadi SMP 24 Solo.
ediaannnn.. gonta-gati nama = proyek papan nama dan barang2 cetakan lainnya
Edi Purwanto berkata
Tenang saja ya.
biaris aza kampus berganti-ganti nama yang penting rektornya tetap.
he2x
Edi Purwanto berkata
iya nich ndak tau kampus ini mau di bawa ke mana sama yang punya.
mudah-mudahan aja nanti kalau ada pejabat baru dari luar tidak ada ganti2 nama lagi.
mudah-mudahan juga ganti nama ini bukan dijadikan alasan untuk mempertahankan pak rektor. karena menurut pendapat temanku gonta-ganti nama ini adalah strategi rektor untuk tetap bisa menjadi rektor. semoga saja ini tidak terjadi.
heruyaheru berkata
kapan-kapan ganti universitas sykh siti jenar atau universitas kamandanu…
Edi Purwanto berkata
yach nanti taun depan diganti dengan Universita Sembagrangan
heheh
antown berkata
percetakan teteup seneng, kerjaan jadi banyak. yang bikin kop surat lah, sablon seragamlah dan sebagainya. mahasiswa yang bingung soalnya stempel organisasi akhrnya terpaksa harus diganti
Edi Purwanto berkata
wakakak
iya tuch anak2 pada bingung ngurusin stempelnya masing2
biarin aza itu memang rezekinya tukan stempel
jipajip berkata
wew…. diganti ya namanya?
baru tau saya
kalo ingat malang, jadi ingat baksonya
selain murah2, kalo beli tinggal ambil sendiri
btw, thx udah berkunjung ke blog saya
kalo gak keberatan, kita tukeran link yuk!!
arekkokkelakuan.wordpress.com
Edi Purwanto berkata
trims juga atas kunjungannya
moga kapan-kapan bisa main ke Malang untuk kembali menikmati bakso Malang
Tambur berkata
UIN- UIN,,,,honda supra aja udah full injection masak rektor uin tetap aja suprayogo….kampusnya juga sering ganti nama….hehehehehehehehe sekedar usulan nich…gimana kalau nama pak imam diganti imam supranatural. biar tambah hot…pripon kang edeng…?????
Basri Hasan berkata
Selamat dengan UIN yg dulu IAIN, sebuah contoh kebangkrutan ide negara berdasarkan ketuhanan yg maha esa. Sampai sekarang masih terus mencetak ijazah sarjana terus..
Edi Purwanto berkata
heheh
itulah bangsa kita mas…
senantiasa tidak PD atas apa yang mereke miliki, ini adalah mental-mental inlander yang senantiasa menggelayuti bangsa ini..
zoehrieya berkata
Aduh mas Edi,
yang penting lulusan sekarang seneng ada embel-embel di belakang kata UIN.
Keren dikitlah….
Biar ga’ kalah ma UIN jakarta.
(^_^)v
Edi Purwanto berkata
hahah…
iya dech moga aza para lulusan kampus ini bisa seneng dan PD.
jangan seperti kampusnya yang tidak pernah PD dengan namanya…
terimakasih zuhriah/…
arief berkata
Saya jadi inget pengalaman saat janjian sama teman di UIIS (Indonesia Sudan). Sama kernet angkot saya bilang, “turun UIIS mas”. “Mana itu mas?”, jawab sang kernet. Saya jelaskan panjang lebar dekat ini, itu dia tetap ndak paham.
Pas dekat UIIS, secepat melihat bangunan rektoratnya, saya pun langsung ingat, inilah kampus yang saya tuju. “Stop mas, kiri mas”, teriak saya.
Setelah saya turun, sang kernet ngedumel, “Ealahhhhhhhhh, IAIN tho….., kok macem-macem nyebutnya”
Edi Purwanto berkata
inilah kampus yangsenantiasa berubah-ubah terus mas..
unun zumairoh Asr Himsyah berkata
yaaa gak papa lah digonta-ganti katanya kan untuk perbaikan,tapi masalahnya benar gak ada perubahan perbaikan???
mau masuk S1 STAIN, masuk S1 UIIS,lulus S2 UIN Maliki kira2 hbs ni apa lagi ya????
Edi Purwanto berkata
wah kayaknya mo diganti lagi ni nun…
nanti kalaau presidennya ganti pasti diganti lagi…
selama rektornya belum ganti khan ndak papa…
heheh…
untung kamu udah lulus S-2…
kabatan berkata
arek2 iki rebot ae, gak ro ta saiki zaman tajdid sampe th 2070 balek edan maneh. masio arek ngalam q males sekul nang kono sbb lahire sekul iku ngadepi jaman edan gegeran terus ganti mentri ganti rektor. dorong ribute nuu karo muhadula pancen yamono podo gobloke maklum mari dijajah londo dadi durung waras amuk2kane. durung akeh buku wacanane. saiki mogo ae jeneng iki langgeng min 70 thn. makane istihoro iku penting. cik gak ngawur.
jarijaritangan berkata
info yg berharga
Mas Say Laros berkata
Salam kenal dan salam persahabatan..n numpang lewat….
Edi Purwanto berkata
salam kenal balik mas, terimakasih atas kunjungannya