Senggama Intelektual

Membuka Cakrawala Berfikir Bebas

Buku Tamu

Pembaca yang budiman, terimakasih telah berkunjung di blog saya. Saya berharap anda mengisi buku tamu sebagai jejak bahwa anda telah berkunjung di rumah saya.

Terimakasih atas masukan yang diberikan semoga berguna bagi saya dan bagi pembaca yang lainnya.

salam

Edi Purwanto

23 Tanggapan ke “Buku Tamu”

  1. Oni Suryaman berkata

    OK mas. Saya link dari blog saya…

  2. Edi Purwanto berkata

    Trimakasih mas oni
    sampai ketemu lagi :D

  3. Irsyad berkata

    Terima kasih sudah mengunjungi blog saya yang sederhana. Blog anda juga sangat inspiratif saya lihat. Saya harus banyak belajar dari anda.

  4. Edi Purwanto berkata

    Wah Mas Irsyad bisa aja. Terima kasih juga sudah mau berkunjung ke sini. Jangan kapok yaaa!:D

  5. heruyaheru berkata

    kunjungan balasan neh…salam

  6. Edi Purwanto berkata

    Terimakasih, semoga apa yang ada dalam blog ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua.

  7. arief_dj berkata

    ..permisi.. mampir sebentar, mo baca2… **..ngintip lewat jendela..**

  8. Salam. Telah aku lihat dan aku cicipi menunya. Tidak mengecewakan. Salam pada teman-teman

  9. Edi Purwanto berkata

    wah terimakasih ya udah nginip-ngintip isi blog ini.
    moga apa-apa yang ada di sini bisa bermanfaat buat anda.

    salam

  10. Edi Purwanto berkata

    Buat pak khudlori terimakasih ya udah mau numpang mampir untuk sekedar menikmati menu-munu yang ada di sini.

  11. wahyukresna berkata

    niggalin jejak…

    *kabuuurrrrrrr

  12. Edi Purwanto berkata

    Tiga kata yang saya rasa menarik untuk direfleksikan. Ninggalin jejak kaburr…
    ini merupakan kata kunci dari apa yang sering terjadi di negara kita. Akan tetapi ini sedikit berbeda dengan para penghuni senayan sana. Kalau para penghuni Istana tidak meninggalkan jejak untuk kabur. Bahkan mereka senantiasa menghapus jejak-jejak yang pernah mereka perbuat dengan membuat jejak-jejak baru. Ngomong-ngomong masalah jejak, saya jadi teringat dengan Derrida yang memunculkan gagasan tentang Dekonstruksi. Dekonstruksi disini bermakna ganda yaitu menunda dan melacak ke belakang jejak-jejak yang sudah pernah ada. Saya kira mas wahyu suatu saat akan melakukan pelacakan ulang terhadap jejak-jejak yang pernah dilalui dan itu merupakan kewajaran saya kira. Nah dalam penelusuran jejak itu anda akan menabrak lagi sebuah pulau yang dinamakan jendelapemikiran ini….
    mudah-mudahan pelacakan jejak itu senantiasa menginspirasi kita dalam banyak hal

    salam

  13. BaNi MusTajaB berkata

    Blog Anda menarik. Menelusuri jejak pemikir dunia merupakan bagian dari upaya pencerahan bangsa ini. Tentunya dengan bahasa yang lebih membumi.
    Ok. selamat berkarya.

  14. irda berkata

    pu kapegah,BBM

  15. sore dhenk…. numpang nyore di blog mu,

  16. hominoidea berkata

    salam kenal

  17. dyah berkata

    situs yang bagus…
    pas lagi nyari2 feyerabend…
    boleh kenalan? barangkali suatu saat bisa sharing…

  18. mahfud arifin berkata

    Salam kenal, saya pemula yang tertarik pada biografi pemikir-pemikir ulung dunia. Mudah-mudahan saya bisa menarik benang merah atau sekuen perkembangan ilmu pengetahuan untuk wawasan sebagai seorang peminat keilmuan. Ada beberapa tulisan yang menarik, ringkas dan enak dibaca dari Mas Edi Purwanto. Selamat terus berkarya.

  19. anto berkata

    SALAM SATU JIWA KITA BERSAUDARA..MERDEKA…

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>