Sastra Jawa sebagai khasanah pemikiran yang berkembang, rupanya memiliki akar kekuatan dan khasanah yang luas atas sejarah perkembangan Jawa. Keberadaan serat-serat Jawa kuno merupakan representasi dari Jawa pada zaman itu. Sekaligus sebagai alat legitimasi untuk pengukuhan identitas Jawa. Betapa tidak, hampir seluruh kejadian di Jawa pada saat itu senantiasa diceritakan lewat karya sastra. Manifestasi cerita-cerita itu berupa tembang, mantra, suluk dan lain sebagainya. Seperti kebanyakan munculnya karya sastra yang lain, sastra Jawa timbul berawal dari adanya ketimpangan. Akan tetapi tidak sedikit sastra Jawa yang muncul untuk memperkuat sistem pemerintahan yang berkuasa pada saat itu. Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk ‘jurnal pemikiran’ Kategori
Sastra Jawa dan Politik Kebudayaan
Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Februari 28, 2009
Ditulis dalam jurnal pemikiran | Bertanda: Foucault, Gramsci, hegemoni, politik kebudayaan, sastra dan kekuasaan, sastra jawa, serat centhini, strategi kebudayaan, YB Mangunwijaya | 4 Komentar »
Pengetahuan, Kekuasaan dan Produksi Wacana
Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Juli 25, 2008
Oleh : Edi Purwanto
Mungkin kita rancu dengan paradigma yang seringkali kita gunakan dalam gerakan kita. Kita masih terbuai mimpi-mimpi tentang keseimbangan, keselarasan harmonisasi ataupun paradigma yang seringkali memberikan alternatif jawaban pada equality antara rakyat dan negara, intelektual dengan anitntelektual, maju dan terbelakang. Jangan salah memahami bawa pada praktiknya pola relasi antara central dan ordinat ini datang dengan tiba-tiba. Binary oposition ini diproduksi oleh sekelompok tertentu yang ingin melanggengkan kekuasanya. Proyek demokratisasi, civil society dan developmentalisme ataupun proyek pluralisme dan multikultural selalu diproduksi oleh orang yang memiliki akses kekuasaan dan para pemilik modal. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam jurnal pemikiran | 5 Komentar »
Kuasa Bahasa dan Perubahan Sosial
Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Juni 17, 2008
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan bahasa tanpa tau asal-usulnya. Bahkan kita tidak pernah mau tau apa sebenarnya bahasa dan bagaimana terbentuknya bahasa? Hal inilah yang akan kita perbincangkan dalam tulisan ini.
Bahasa merupakan penginterpretasian dari sebuah tanda. Tanda yang selama ini menjadi realita dalam kehidupan adalah awal dari munculnya bahasa. Bagaimana sebenarnya tanda itu bisa difahami oleh semua orang adalah fungsi dari bahasa itu sendiri. Bahasa sangat berperan dalam rangka perubahan sosial.
Hal ini dikarenakan dengan bahasa orang bisa mengerti tentang apa yang kita maksudkan. Dengan bahasa pula kita mengetahui apa yang diinginkan oleh orang lain. Saya memiliki asumsi bahwa sebenarnya realitas dari semua yang ada di dunia ini berawal dari adanya bahasa. Dalam artian ketika kita berbicara mengapa sebenarnya ada perbedan besar kecil, tua muda, ada bapak dengan ibu? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam jurnal pemikiran | 6 Komentar »
Pola Dasar Budaya Indonesia Dalam Analisis Erich Fromm
Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Maret 12, 2008
zaibal Habib
Abstract
This research discussed about Basic patterns of Indonesian culture based on Fromm’s analysis which is aimed to find out various possibilities of Fromm’s philosophical thoughts application for contemporary social problems, especially in Pancasila society. This research is a philosophical research, the writer uses the historical, hermeneutical, and heuristical approaches. After the research was undertaken, it was concluded that; Fromm’s critique on crisis that happened in socio-cultural realities was rooted in his concept of human ‘nature’ and social character. Socio-cultural realities of society, according to Fromm, were dynamic adaptation result between human needs and their environment whose specific character structure (productive character and non-productive character). In order to escape from the crisis, Fromm followed the thought of Four Noble Truths of Buddhism, change principles from Marx, and healing method from Freud. In additional to those thought, Fromm also had hope on spiritualism. Philosophical analysis of Fromm will be helpful to pay more attention to the crisis in Indonesia socio-cultural realities that had supreme values in Pancasila as basic patterns of Indonesian culture, as well as efforts to realize those supreme values in Indonesia. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam jurnal pemikiran | 5 Komentar »
Strategi (R)Evolusi Ilmu Sosial Milenium III
Ditulis oleh Edi Purwanto di/pada Februari 23, 2008
(Kadaluarsa Ilmu: Re-Imagining Sociology)
Oleh: Qinimain Zain
FEELING IS BELIEVING. MULANYA teori baru diserang dikatakan tidak masuk akal. Kemudian teori tersebut itu diakui benar, tetapi dianggap remeh. Akhirnya, ketika teori itu sangat penting, para penentang akan segera mengklaim merekalah yang menemukannya (William James).
KETIKA Dr Heidi Prozesky – sekretaris South African Sociological Association (SASA) meminta TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000) sebagai materi sesi Higher Education and Science Studies pada Konferensi SASA medio 2008 ini, saya tidak terkejut. Paradigma baru The (R)Evolution of Social Science – The New Paradigm Scientific System of Science ini, memang sudah tersebar pada ribuan ilmuwan pada banyak universitas besar di benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Australia. Pembicaraan dan pengakuan pentingnya penemuan juga hangat dan mengalir dari mana-mana. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam jurnal pemikiran | Leave a Comment »





