Sastra Jawa sebagai khasanah pemikiran yang berkembang, rupanya memiliki akar kekuatan dan khasanah yang luas atas sejarah perkembangan Jawa. Keberadaan serat-serat Jawa kuno merupakan representasi dari Jawa pada zaman itu. Sekaligus sebagai alat legitimasi untuk pengukuhan identitas Jawa. Betapa tidak, hampir seluruh kejadian di Jawa pada saat itu senantiasa diceritakan lewat karya sastra. Manifestasi cerita-cerita itu berupa tembang, mantra, suluk dan lain sebagainya. Seperti kebanyakan munculnya karya sastra yang lain, sastra Jawa timbul berawal dari adanya ketimpangan. Akan tetapi tidak sedikit sastra Jawa yang muncul untuk memperkuat sistem pemerintahan yang berkuasa pada saat itu. Baca entri selengkapnya »
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘YB Mangunwijaya’
Sastra Jawa dan Politik Kebudayaan
Posted by Edi Purwanto pada Februari 28, 2009
Ditulis dalam jurnal pemikiran | Bertanda: Foucault, Gramsci, hegemoni, politik kebudayaan, sastra dan kekuasaan, sastra jawa, serat centhini, strategi kebudayaan, YB Mangunwijaya | 6 Komentar »





