Edi Purwanto Trace

Save the Freedom Thoughts

Archive for Maret, 2008

Mengawinkan Diskursus Feminisme dengan Post-Modernisme

Posted by Edi Purwanto pada Maret 28, 2008

oleh : Edi Purwanto

Paradigma yang dibangun oleh berbagai tokoh Feminis tidak akan lepas dari kritikan. Para tokoh feminisme cenderung melihat dengan sebelah mata terhadap teori-teori yang mereka bangun. keberadaan feminisme Marxis, feminisme sosial, feminisme liberal maupun feminisme radikal tidak luput dari berbagai masalah. Mereka tidak sadar akan keterjebakan mereka pada kesadaran enlightenment. Baca entri selengkapnya »

Posted in Resensi buku | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Emosi dan Perilaku Belajar Mahasiswa Berprestasi Rendah Dalam Perspektif Suryomentaram

Posted by Edi Purwanto pada Maret 24, 2008

oleh Adi Atmoko

Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan emosi dan perilaku belajar mahasiswa yang berprestasi rendah. Penelitian menggunakan paradigma mikro-objektif-terap teori dan desain studi kasus kualitatif dari sudut pandangan Suryomentaram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berprestasi belajar rendah bukan karena potensi intelektual yang rendah, melainkan karena emosi negatif terhadap perkuliahan sehingga ia berperilaku menjauhi dosen dan tugas kuliah, dan mengembangkan rasa aku kramadangsa “bukan mahasiswa” dan kegiatan di luar kuliah. Di samping emosi negatif, ada mahasiswa berorientasi lulus kuliah yang mengembangkan emosi berpura-pura senang terhadap dosen dan proses kuliah, walaupun sebenarnya merasa bosan. Budaya kelas yang hirarkis merupakan persoalan lebih substantif dan berdampak besar bagi emosi dan perilaku mahasiswa. Dikaitkan dengan tuntutan masyarakat di abad 21, maka budaya kelas tersebut akan mengalami culture lack. Disarankan (1) ada bantuan bagi mahasiswa berprestasi rendah untuk mawas diri sampai mencapai aku ukuran iv, dan 2) budaya kelas yang hirakhis diubah menjadi budaya berpikir yang memiliki sifat lebih kolegial, komunikasi terbuka, dan menjunjung kejujuran akademik. Budaya berpikir mampu mengikis emosi negatif dan kepura-puraan, dan menghasilkan lulusan yang ilmuwan indonesia, bukan sekedar pemegang ijasah. Baca entri selengkapnya »

Posted in penelitian | 3 Comments »

Pola Dasar Budaya Indonesia Dalam Analisis Erich Fromm

Posted by Edi Purwanto pada Maret 12, 2008

zaibal Habib

Abstract

This research discussed about Basic patterns of Indonesian culture based on Fromm’s analysis which is aimed to find out various possibilities of Fromm’s philosophical thoughts application for contemporary social problems, especially in Pancasila society. This research is a philosophical research, the writer uses the historical, hermeneutical, and heuristical approaches. After the research was undertaken, it was concluded that; Fromm’s critique on crisis that happened in socio-cultural realities was rooted in his concept of human ‘nature’ and social character. Socio-cultural realities of society, according to Fromm, were dynamic adaptation result between human needs and their environment whose specific character structure (productive character and non-productive character). In order to escape from the crisis, Fromm followed the thought of Four Noble Truths of Buddhism, change principles from Marx, and healing method from Freud. In additional to those thought, Fromm also had hope on spiritualism. Philosophical analysis of Fromm will be helpful to pay more attention to the crisis in Indonesia socio-cultural realities that had supreme values in Pancasila as basic patterns of Indonesian culture, as well as efforts to realize those supreme values in Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Posted in jurnal pemikiran | 5 Comments »

Mengawinkan Diskursus Feminisme dengan Post-Modernisme

Posted by Edi Purwanto pada Maret 6, 2008

oleh : Edi Purwanto

Paradigma yang dibangun oleh berbagai tokoh Feminis tidak akan lepas dari kritikan. Para tokoh feminisme cenderung melihat dengan sebelah mata terhadap teori-teori yang mereka bangun. keberadaan feminisme Marxis, feminisme sosial, feminisme liberal maupun feminisme radikal tidak luput dari berbagai masalah. Mereka tidak sadar akan keterjebakan mereka pada kesadaran enlightenment. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh | Leave a Comment »

 
%d blogger menyukai ini: