Edi Purwanto Trace

Save the Freedom Thoughts

Raperda Prostitusi di Bahas di Blitar

Posted by Edi Purwanto pada Desember 28, 2008

Pada bula Desember ini tidak banyak kejadian yang memberikan indikasi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Kami hanya menemukan rancangan perda yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Blitar. Raperda itu membahas masalah prostitusi di Kabupaten Blitar. Dalam Raperda itu disebutkan bahwa keberadaan prostitusi yang har ini lag marak di kabupaten Blitar harus segera ditutup. Oleh karena itu pansus DPRD Kabupaten Blitar akan mengkaji lebih dalam tentang pemberlakuan perda itu. Hal ini dilakukan guna meredam kelompok-kelompok masyarakat dalam merespon pemberlakukan perda itu. Mereka mentargetkan sekitar satu tahun ke depan pemberlakukan perda akan bisa dilaksakan.

Raperda tersebut akan menjeaskan mulai sosialisasi sampai penutupan prostitusi sampai lokalisasi. Bahkan di dalamnya juga diatur tentang tentang pengkondisian para pelaku portitusi, agar mereka tidak lagi menjalankan bisnis haram tersebut.

Dalam raperda itu tidak hanya prostitusi yang memiliki kapasitas besar seperti  Pasirharjo, Kecamatan Talun; Ngreco, Kecamatan Selorejo; dan Poluhan, Kecamatan Srengat saja yang di tutup. Akan tetapi seluruh kegiatan yang berhubungan dengan prostitusi di Kabupaten Blitar akan ditutup total.

Hingga kini penutupan prostitusi itu masih sekedar wacana. Kegiatan dan aktivitas para germo dan mucikari di prostitusi masih berjalan seperti biasanya. Belum ada tanda-tanda penutupan. Bahkan hingga kini keberadaan raperda itu mangkrak dan belum ditetapkan.

Jika benar ketiga prostitusi yang berada di desa Pasirharjo, Kecamatan Talun; Ngreco, Kecamatan Selorejo; dan Poluhan, Kecamatan Srengat ditutup maka bukan berarti masalah akan selesai di sini. Kalau di total ada sekitar 300 orang pelacur dan puluhan germo dan pedagang yang menjajakan dagangannya di daerah itu yang akan menganggur. Maka dari itu pemerintah Kabupaten Blitar harus memperhatikan nasib dari calon pengangguran baru ini.

Hingga tulisan ini ditulis, raperda itu belum ada pembahasan lebih lanjut. Sampai kini masih berhenti di tangan pansus DPRD Kabupaten Blitar. Para anggota dewan sibuk dengan aktivitasnya mendekati konstituen yang akan menjadikannya bisa bertahan di kursi dewan.

Mungkin pembahasan raperda ini akan dibahas pada tahun depan atau mungkin tidak akan dibahas lagi. Semoga raperda pelacuran ini tidak akan menjadi boomerang di Kabupaten Blitar.

Sumber Berita : Radar Kediri

2 Tanggapan to “Raperda Prostitusi di Bahas di Blitar”

  1. yahya said

    saya sangat setuju dengan adanya perda penutupan tempat pelacuran.kenapa saya setuju karena penghuninya itu sebagian besar pendatang,masa daerah blitar hanya untuk mengungsi para pelacur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: