Edi Purwanto Trace

Save the Freedom Thoughts

Menyimpang, Jemaah Pengajian Noto Ati Disesatkan

Posted by Edi Purwanto pada Februari 20, 2009

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Jombang melakukan pemantauan terhadap salah satu kelompok Jamaah yang sedang berkembang di Jombang.  Pasalnya, kelompok aliran yang menyebut dirinya sebagai Jamaah Pengajian Noto Ati ini diresahkan oleh masyarakat. Jamaah ini memiliki pengikut dari berbagai kalangan masyarakat, mulai pensiunan polisi, TNI aktif, Pegawai hingga kalangan pelajar. Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan mengatakan bahwa komunitas jamaah ini melakukan aktifitasnya di Dusun Kedunglempuk Desa Pesantren Tembelang dan Desa Bandung kecamatan Diwek. Dari laporan masyarakat dikatakannya, aktiftas pengajian dilakukan malam hari dan juga siang hari. Dan aktifitas jamaah Noto Ati (NA) ini tertutup.” Karenanya MUI kini sedang melakukan pemantauan, apakah ada penyimpingan dalam menjalankan syariat islam atau tidak,”tuturnya, Sabtu (7/2).

MUI lanjut salah satu pengasuh PP Darul Ulum Peterogan ini menambahkan, pihaknya telah menurunkan tim investigasi terkait keberadaan NA ini. Hasilnya, dalam melaksanakan ajaran islam dinilai tidak lazim dengan umat Islam lain. Dari pengakuan salah satu pengikut, dalam hal membayar zakat fitrah mereka mengeluarkan zakat sebesar 5 kiloliter beras bukan 2,6 liter, lebih mengutamakan wirid dari pada membaca Al-Qur’an.

Aktifitas jama’ah yang mengaku masih bersandarkan Alquran dan hadist ini lebih bersandarkan pada kata hati, ketika hati berkehendak maka hal itu yang dijalankan, termasuk terkait makan dan minum dalam hal buka puasa. Jamaah ini juga tidak lagi beradaptasi social dengan masyarakat, seperti tahlilan, takziyah terhadap tetangga meninggal yang bukan anggotanya.

Meski belum dikategorikan aliran sesat, namun MUI lanjut KH Cholil, menilai adanya penyimpangan ajaran yang perlu diluruskan.” Yang menjadi perhatian serius adalah, anggota keluarga jamaah yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa dilarang sekolah, “imbuhnya menyesalkan.

Laporan masyarakat, beberapa anggota jama’ah yang tidak lagi sekolah karena ajaran hari kiamat yang sudah dekat diantaranya ditingkat SD, MA dan Perguruan Tinggi.” Apapun alasannya, melarang sekolah itu jelas tidak boleh, karena MUI bermaksud melakukan pembinaan atas jamaah NA ini,’pungkasnya.

Selain melakukan pendekatan emosional untuk menjelaskan bentuk dan pemahaman ajaran Islam sesuai Al Quran dan Al Hadist. MUI juga terus melakukan koordinasi dengan petugas keamanan dalam hal ini pihak kepolisian. Termasuk menginformasikan ke jajaran birokrasi untuk tindak lanjut berikutnya sekaligus upaya berdialog bersama pengurus dan anggota.

Dalam versi MUI Jombang, Komunitas ini sesat dengan alasan
1.    mengutamakan wirid ketimbang membaca Al Quran.
2.    Menolak sungkeman anak dan orang tua pada saat Idul Fitri
3.    Larangan bertakziyah bila ada tetangga atau kerabat yang meninggal. Termasuk larangan selamatan untuk orang yang meninggal dunia.
4.    Anak anggota komunitas ini dilarang bersekolah dan berinteraksi sosial. Sehingga anggotanya juga dilarang bekerja sebagai pegawai baik swasta maupun pegawai negeri. (edi)

Sumber data :
Diolah dari Radar Mojokerto tanggal 6 dan 7 Februari 2009

3 Tanggapan to “Menyimpang, Jemaah Pengajian Noto Ati Disesatkan”

  1. penampakan said

    wah wah kalau kayak gitu ya benerbener ngeri bisa bodo nui bangsa kita saya sih setuju kalau pangajian macam ini dilarang.. orang nabi ja berkata tuntut lah ilmu walau sampai kle negri cina… smangat mui…berantas penyimpanagan agama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: