Edi Purwanto Trace

Save the Freedom Thoughts

MUI Blitar Selidiki Aliran Tiket Masuk Surga (TMS)

Posted by Edi Purwanto pada Maret 25, 2009

Aliran ini muncul di desa Jajar Kecamatan Talun Kabupaten Blitar sejak Awal tahun 2009 lalu. MUI beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Sulani 62 warga RT2/RW1 Desa Jajar sebagai pimpinan aliran ini telah menyimpang dari ajaran Islam. Maka dari itu, MUI Kabupaten Blitar akan segera menyelidiki lebih lanjut.

Dari keterangan yang diperoleh MUI setempat indikasi penyimpangan aliran ini adalah pengikutnya dibebaskan dari sholat namun tetap dinyatakan akan masuk surga asalkan membayar `sedekah` berupa uang yang besarnya ditentukan oleh pemimpin aliran TMS.
Sedangkan dari pengakuan Suliani ajaran ini sebenarnya hanya untuk mencari ketentraman hati. Suliani lebih suka menamai alirannya dengan sebutan dogma lima perkara yang tidak ada sangkut pautnya dengan syariat agama manapun. Sehingga para pengikutnya bebas dari agama apapun. Sejauh ini pengkutnya berasal dari agama Islam nasrahi hingga aliran kepercayaan.

Sebenarnya Dogma Lima Perkara ini sudah diajarkan oleh Suliani sejak tahun 1987. Namun hanya kepada orang per orang. Ajaran ini mengajarkan tentang bagaimana manusia mengambil hak derajat sebagai manusia. Selain itu, juga mengambil hak ihlas, mengambil hak ilmu, memarangi rawsa kesedihan dan ketidaktentraman serta memerangi rasa kesombongan. Lebih jauh Suliani menamai ajarannya ini sebagai ilmu kalam.

Ia menemukan ilmu itu setelah melakukan pengembaraan dari pesantren satu ke pesantren yang lainnya. Pengalaman spiritualnya pernah di godog di pondok pesantren Gontor Ponorogo. Alm. Kiyai Dimyati yang berasal dari Kasim kecamatan Selopuro Blitar juga merupakan salah satu guru spiritualnya.

Agar anggotanya bisa mengikuti kemampuan yang sudah dimilikinya, Suliyani mewajibkan setiap anggota mengeluarkan uang Rp 4 juta. Kakek satu cucu ini mengistilahkan imbalan tersebut sebagai mahar atau sedekah, yakni bentuk kompensasi karena memberi arahan sekaligus doa kepada anggota yang memiliki masalah hidup.

Ia menampik sedekah tersebut sebagai syarat penghapus dosa demi tujuan mendapat surga. Karenanya ia juga menyangkal jika ajaranya disebut aliran Tiket Masuk Surga.

Hingga kini MUI Blitar beserta Bimas Islam Blitar sedang memproses dan menyelidiki apa yang dilakukan oleh Suliani. MUI Blitar akan segera memberikan tindakan yang tegas jika terindikasi sebagai sebagai aliran sesat. (edi)

Sumber:
Diolah dari Harian Surya
Sabtu, 14 Februari 2009

7 Tanggapan to “MUI Blitar Selidiki Aliran Tiket Masuk Surga (TMS)”

  1. ciwir said

    wehhh.. ternyata ada juga calo tiketnya to?

  2. udin said

    satu lagi dedengkot yang mesti di islamkan lagi

    • bukan berarti kita harus mengislamkan mereka…
      tapi yang patut kita sadari adalah warna-warni Islam yang berada di Indonesia…
      jamak memang…tapi bukan berarti membuat kita berbeda..

  3. banyak jalan menuju Syurga….
    sayangnya kalo ga kasih mahar ga masuk surga dong saya, wadduh.. piye…
    oalah..mbuh, seng penting Allahu A’ lamu..

  4. wiek said

    memang warna-warni pemahaman orang tuh ya Pak🙂
    Tergantung kita menyikapinya, bisa menjadi indah atau tidak. Dan hasilnya pun juga akan berwarna-warni, karena beda kepala akan beda hasilnya

    • nah pemahaman yang warna-warni ini yang akhir-akhir ini mulai terusik keberadaannya mbak…
      keberbedaan antara keyakinan menjadi boomerang bagi masyarakat kita akhir-akhir ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: