Edi Purwanto Trace

Save the Freedom Thoughts

Archive for Oktober, 2010

Sufisme dan Spiritualisme Jalan Pencarian Kebermaknaan Hidup 2

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 27, 2010

Tulisan sebelumnya Krisis Kebermaknaan Hidup Manusia Modern

Menaggapi berbagai pelik permasalahan di perkotaan, beberapa tahun belakangan ini, muncul fenomena antusiasme terhadap tasawuf. Karena agama menurut mereka cenderung formalistik dan pakem dalam memberikan solusi. Tasawuf adalah alternatif jawaban yang cenderung mengena langsung ke hati mereka. Tasawuf juga dianggap dapat menghidupkan kembali semangat keagamaan di perkotaan yang semakin mengering. Baca entri selengkapnya »

Posted in opini, Psikologi Tought | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Krisis Kebermaknaan Hidup Manusia Modern 1

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 26, 2010

Hiruk pikuk perkotaan menuntut manusia harus berjalan seiring dengan tuntutan pasar. Kehidupan dipaksa untuk mengikuti trend dan mode yang diciptakan oleh pasar. Hampir tidak ada ruang untuk berekspresi dan berkreasi apalagi melakukan perlawanan terhadap arus modernisasi ini. Baca entri selengkapnya »

Posted in opini, Psikologi Tought | Dengan kaitkata: , , , | 3 Comments »

Penjajahan dan Penyakit Mental

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 23, 2010

Oleh Edi Purwanto

Para pemikir post-kolonial tentunya sangat familiar dengan Frantz Fanon. Fanon lahir di Aljazair pada saat kolonialisme Perancis masih menggurita negerinya. Dalam perjalanan intelektualnya, dia banyak berjasa mengembangkan psikologi marxsis. Karya-karyanya lebih banyak dibaca oleh para kaum revolosioner daripada psikolog dan psikiater. Pribadinya yang terlibat langsung dalam perang mengakibatkan dirinya hanya dilihat sebagai sosok yang berada dalam sejarah revolusi. Namanya sebagai orang yang memiliki kontribusi untuk pembebasan psikologi masyarakat Aljazair tidak begitu kentara. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh, Psikologi Tought, Resensi buku | Leave a Comment »

Kesenian Tradisional (Senantiasa) Menjadi Makmum

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 16, 2010

Krisis ekonomi yang melanda bangsa ini pada 1997 rupanya juga berimbas pada krisis kebudayaan. Bagaimana tidak, untuk memenuhi kebutuhan pokok saja masyarakat kalang kabut, apalagi untuk kebutuhan tersier seperti hiburan dalam bentuk kesenian. Di Malang sendiri kondisi yang demikian ini mempengaruhi pementasan seni pertunjukan. Terlebih untuk kesenian ludruk yang memerlukan puluhan juta untuk bisa menaggapnya. Pun demikian juga dengan kesenian-kesenian tradisi lainnya seperti wayang topeng mulai tenggelam ditelan peradaban. Baca entri selengkapnya »

Posted in opini | Leave a Comment »

Tautan antara Filsafat dan Ilmu Pengetahuan

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 13, 2010

Filsafat dan ilmu adalah dua entitas yang saling memiliki koherensi di antara keduanya. Ini adalah awal mula manusia mencoba untuk menggunakan akal budinya untuk membaca realitas ataupun apa yang ada di balik realitas. Proses pencarian ini akan menghasilkan kesadaran yang bisa disebut sebagai pengetahuan. Proses manusia mengetahui realita yang memiliki ciri-ciri metodis, sistematis dan koheren, dan dapat dipertanggung-jawabkan kebenarnnya baik secara rasional maupun empiris maka lahirlah ilmu pengetahuan. Baca entri selengkapnya »

Posted in jurnal pemikiran | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Problem Muslim Mayoritas

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 11, 2010

perusakan-tempat-ibadah 

Bangsa Indonesia memiliki penganut muslim terbesar di dunia. Ironisnya kerukunan interumat beragama (Islam) masih lumpuh, apalagi kerukunan antar agama yang masih terseok-seok. Berbeda dengan Negara yang memiliki penduduk Islam minoritas. Walaupun mereka berbeda firqoh, namun mereka masih bisa bersatu dalam berbagai hal. Baca entri selengkapnya »

Posted in opini, serba-serbi | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »

Bertamasya di Jawa pada Awal Abad XIX

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 10, 2010

The History of Java Terjemahan 

Rasanya saya sudah lama sekali tidak menguatak-atik beberapa buku koleksi pribadi. Di Kontrakan lama buku-buku hanya  saya tumpuk bercampur dengan peralatan yang lain, sehingga hampir tidak bisa dibedakan lagi mana yang buku, Koran, majalah, newsletter ataupun pakaian kotor (suasananya seperti kapal pecah). Setelah beberapa hari pindahan, saya harus menata ulang beberapa buku sehingga ruangan kontrakan yang baru ini bisa tampak sedap dipandang mata dan nyaman saya tempati. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh, penelitian, Resensi buku, serba-serbi | Leave a Comment »

Membubarkan FPI, Mungkinkah?

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 9, 2010

Oleh Edi Purwanto

Indonesia yang terkenal dengan penduduk muslimnya terbesar di dunia seolah tidak memberikan jawaban bahwa Islam adalah agama yang membawa pesan perdamaian dan cinta kasih. Apalagi akhir-akhir ini sering kita mendengar dan bahkan melihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa kekerasan berbasis agama sudah semakin sering dilakukan, baik oleh individu terlebih kelompok. Tindakan-tindakan Front Pembela Islam (FPI) yang cenderung main hakim sendiri menjadi salah satu contoh nyata betapa memang kekerasan telah semakin membudaya di diri sebagian bangsa ini. Baca entri selengkapnya »

Posted in opini, serba-serbi | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Sambal Bawang Mbah Jayus Rasanya “Membakar”

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 8, 2010

Oleh Edi Purwanto pada 8 Oktober 2010

“Lomboknya berapa mas?” Seloroh seorang perempuan dengan senyumnya kepada saya yang baru saja datang untuk memesan makanan. Saya tidak begitu memperhatikan omongannya. Saya malah asyik melihat beberapa orang yang sedang menikmati pedasnya sambel bawang. “Tiga atau lima apa tujuh atau berapa mas?” Tambah perempuan itu semakin keras. Rupanya perempuan itu tau kalau saya tidak begitu memperhatikan omongannya. Baca entri selengkapnya »

Posted in serba-serbi | Leave a Comment »

 
%d blogger menyukai ini: