Edi Purwanto Trace

Save the Freedom Thoughts

Sama-Sama Bid’ah

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 5, 2010

Pada suatu sore tampak di sebuah langgar kecil dua pemuda yang sudah lama tidak bertemu. Dari raut wajah mereka tampak sekali bahwa mereka saling merindukan antara satu dengan lainnya. Maklumlah karena mereka berdua kini sudah memiliki aktivitas di luar kampung itu. Walaupun sama-sama muslim namun mereka memiliki latar belakang ormas yang berbeda, namun mereka berdua tetap merupakan sahabat karib.
Sudah menjadi kebiasaan ketika mereka bertemu pasti terjadi perdebatan yang tidak berujung. Terlebih masalah ubudiayah. Mungkin karena lingkungan yang membentuk berbeda, satunya santri yang hidup di pedesaan sementara yang satu lagi santri yang ditempa dengan tradisi modern, sehingga mengakibatkan pemikiran yang berbeda pula.
Pemuda 1 : Apa yang tidak diajarkan oleh Rasulullah dan para shahabat maka hendaklah kita berhenti menjalankannya.
Pemuda 2 : maksudnya ? (sambil menatap mulut pemuda 1 yang sedang memberikan penjelasan)
Pemuda 1 : Janganlah kita mengamalkan apa-apa yang tidak ada dalilnya dari mereka agar tidak terjerumus kepada perbuatan bid’ah yang telah dilarang oleh Rasulullah.
Pemuda 2 : Bid’ah?
Pemuda 1 : iya. Bid’ah adalah perbuatan atau ritual-ritual yang tidak ada pada zaman Nabi. Seperti misalnya menabuh bedhug sebelum adzan, puji-pujian, mendengarkan tarkhim, membunyikan tape recorder sebelum adzan.
Pemuda 2 : kalau pengertian bid’ah seperti itu, berarti apa yang dilakukan oleh orang-orang modern juga bid’ah dong.
Pemuda 1 : koq bisa?
Pemuda 2 : Bagaimana tidak wong kamu juga menggunakan alat-alat modern yang tidak ada pada zaman nabi. Gelang tangan dan HP yang kamu pakai itu juga termasuk bid’ah karena nabi dan para sahabatnya tidak menggunakan itu. Orang-orang tradisional yang menggunakan bedhug, dibaan, tahlilan, manaqiban memang tidak ada di zaman Nabi. Karena mereka ingin mengagungkan nama Allah dan para Nabi Nya. Nah kalau dikatakan bid’ah ini disebut sebagai bid’ah hasanah. Seperti juga kamu menggunakan jam tangan dan HP itu. Sudahlah jangan berbicara masalah bid’ah khurafat dan tahayul lagi di sini. Karena apa yang dilakukan orang-orang modern juga sama bid’ahnya, walaupun medianya berbeda.
Akhirnya pemuda 1 bisa memahami dan ketika bertemu kembali mereka tidak pernah lagi memperdebatkan masalah bid’ah.

Satu Tanggapan to “Sama-Sama Bid’ah”

  1. akhol said

    nah ini baru Bid’ah…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: