Edi Purwanto Trace

Save the Freedom Thoughts

Archive for the ‘pemikiran tokoh’ Category

Refleksi World Book: Minat Baca Masyarakat Batu Rendah

Posted by Edi Purwanto pada April 20, 2011

“Buku adalah jendela dunia,” itulah pepaptah mengatakan. Dengan buku orang bisa menjelajah nusantara bahkan dunia, karena di dalam buku terdapat berbagai macam pengetahuan. Tanpa beranjak pun orang akan mengetahui sisi dunia yang lain hanya dengan membaca. Dengan membaca buku dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, orang akan mendapatkan pencerahan yang bisa digunakan pedoman seseorang untuk mengambil keputusan.

World book atau hari buku sedunia senantiasa diperingati setiap 23 April. Mengapa hari itu diperingati sebagai hari buku dunia? Menurut Asep Sulaiman Ghozi ditemui usai diskusi memperingati hari buku di Radio Tidar Sakti menjelaskan bahwa, peringatan ini mengambil momen pada hari wafatnya William Shakespeare dan Miguel de Cervantes pada 1616. Selain itu 23 April juga sebagai hari lahirnya William Shakespeare pada 1564. Untuk mengenang mereka berdua, UNESCO pada pada 23 April 1995 saat konferensi umum di Kota Paris menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Buku Sedunia. Karena UNESCO menganggap kedua orang tersebut memiliki jasa dalam bidangnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh, serba-serbi | Leave a Comment »

Penjajahan dan Penyakit Mental

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 23, 2010

Oleh Edi Purwanto

Para pemikir post-kolonial tentunya sangat familiar dengan Frantz Fanon. Fanon lahir di Aljazair pada saat kolonialisme Perancis masih menggurita negerinya. Dalam perjalanan intelektualnya, dia banyak berjasa mengembangkan psikologi marxsis. Karya-karyanya lebih banyak dibaca oleh para kaum revolosioner daripada psikolog dan psikiater. Pribadinya yang terlibat langsung dalam perang mengakibatkan dirinya hanya dilihat sebagai sosok yang berada dalam sejarah revolusi. Namanya sebagai orang yang memiliki kontribusi untuk pembebasan psikologi masyarakat Aljazair tidak begitu kentara. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh, Psikologi Tought, Resensi buku | Leave a Comment »

Bertamasya di Jawa pada Awal Abad XIX

Posted by Edi Purwanto pada Oktober 10, 2010

The History of Java Terjemahan 

Rasanya saya sudah lama sekali tidak menguatak-atik beberapa buku koleksi pribadi. Di Kontrakan lama buku-buku hanya  saya tumpuk bercampur dengan peralatan yang lain, sehingga hampir tidak bisa dibedakan lagi mana yang buku, Koran, majalah, newsletter ataupun pakaian kotor (suasananya seperti kapal pecah). Setelah beberapa hari pindahan, saya harus menata ulang beberapa buku sehingga ruangan kontrakan yang baru ini bisa tampak sedap dipandang mata dan nyaman saya tempati. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh, penelitian, Resensi buku, serba-serbi | Leave a Comment »

Pak Poyo: Jaranan Seharusnya Tidak Keluar dari Pakem

Posted by Edi Purwanto pada Desember 28, 2008

Oleh Edi Purwanto
Mentari sudah berada diatas kepala, jam tanganku sudah menunjukan pukul 11.00. suara motor terdengar menderu-deru seolah memekakan telingaku. Pedagang kaki lima berjajar memenjang dari utara ke selatan pasar Bandar. Para pedagang asik menawarkan daganganya kepada setiap pembeli yang menghampirinya. Tampak olehku orang tua berumur 70 tahunan sedang berada diatas becak. Tampak dari kejauhan dia sangat lelah sekali. Kelihatanya dia habis mengangkut penumpang. Keringatnya mengalir deras membasahi tubuh dan mukanya. Kulitnya yang hitam bercampur dengan debu jalanan membuat wajahnya mengkilat tersapu oleh sengatan panas mentari. Topi caping yang dia gunakan sebagai pelindung wajahnya dari sengatan matahari tampak kusam. Ketika saya menghampirinya dia tersenyum lebar dan menyambutku dengan bangga. Dialah pak Poyo seniman jaranan yang kegiatan sehari-harinya mengayuh becak dan mengangkut sampah kalu malam harinya. Dia memiliki 5 orang anak dan 6 orang cucu. Dia adalah seniman jaranan. Dengan senyum lebar dia mulai bercerita tentang pergulatan hidupnya sebagai seniman jaran kepang di Kediri. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 8 Comments »

Sakiya Sunaryo: Saya Tidak Terima Ludruk di Surabaya Hilang

Posted by Edi Purwanto pada November 28, 2008

Oleh Edi Purwanto

Siang itu Kota Surabaya terasa panas sekali. Panasanya terik matahari seolah-olah membuat kulit setiap orang yang ada dibawahnya terbakar. Asap kendaraan dan pabrik serta bau sampah menyengat. Dari jauh terdengar suara motor yang tidak pernah berhenti berbunyi. Sesekali suara pesawat terbang menambah kebisingan dan hiruk-pikuk kota Surabaya. Tidak jauh dari keramaian Kota Surabaya ada sebuah gedung Ludruk. Gedung ini bernama Gedung Ludruk Irama Budaya. Tepatnya berada di Wonokromo, di Pinggir Sungai Brantas. Gedung itu sangat sederhana arsitekturnya masih model lama. Gedung itu hanya memuat penonton sekitar 120 orang. Peralatan yang digunakan juga masih sederhana. Pada saat pertunjukan, gedung ini hanya menggunakan seperangkat gamelan dan beberapa alat pengeras suara. Di gedung inilah Ludruk Irama Budaya setiap malam melakukan pementasan dengan lakon yang berbeda-beda.
Anggota Ludruk Irama Budaya ini berasal dari berbagai tempat. Ada yang berasal dari Tulungagung, Lumajang, Banyuwangi, bahkan ada yang berasal dari luar jawa. Jumlah keseluruhan personil ludruk Irama Budaya adalah 25. Personil itu terdiri dari 10 laki-laki dan 15 waria. Mereka berkupul di Gedung ini siang dan malam untuk berbagi suka cita bersama. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Partai Islam Harus Merubah Visinya

Posted by Edi Purwanto pada November 20, 2008

diskusi-bulanan1Dari tahun ke tahun, keberadaan partai Islam semakin menjamur akan tetapi perolehan suaranya tetap. Bahkan bisa dikatakan menurun jika dibandingkan dengan tahun 1955. Hal ini disebabkan oleh kanibalisme dan eksklusivisme yang menggurita di dalam partai-partai Islam.

Suara PKS dari pertama berdirinya hingga sekarang mengalami perkembangan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan partai Islam lainnya. Akan tetapi kalau dilihat dari trend partai PKS memperoleh suara yang besar tetapi itu juga diikuti penurunan partai Islam lainnya. Hal ini dikarenakan PKS mengambil suara dari partai Islam modernis (PAN) daripada dari partai nasionalis dan partai Islam tradisional (PKB). hal ini lebih dikarenakan warga NU (PKB) yang mempunyai kehidupan sosial budaya yang berbeda dengan warga Islam moderat atau Muhammadiyah (PAN, PKS). Inilah yang menyebabkan perolehan suara dari partai-partai Islam menjadi menurun. Hal ini diungkapkan oleh Burhanuddin pada saat diskusi publik di gedung PPI Universitas Brawijaya Malang pada hari Senin, 3 November 2008 yang lalu. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh | 10 Comments »

Aguste Comte: Sejarah Masyarakat

Posted by Edi Purwanto pada Juni 4, 2008

Pendahuluan

Selintas apabila melihat manusia yang satu ini pastinya semua akan berpikir, apakah manusia ini gila ataukah cerdas ? Begitupun saya pada awalnya yang mencoba mempelajari sosiologi dan pemikirannya manusia yang satu ini, Auguste Comte. Seorang yang brilian, tetapi kesepian dan tragis hidupnya.

Auguste Comte yang lahir di Montpellier, Perancis pada 19 Januari 1798, adalah anak seorang bangsawan yang berasal dari keluarga berdarah katolik. Namun, diperjalanan hidupnya Comte tidak menunjukan loyalitasnya terhadap kebangsawanannya juga kepada katoliknya dan hal tersebut merupakan pengaruh suasana pergolakan social, intelektual dan politik pada masanya. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh | 2 Comments »

Anti-Dühring dan Dialektika Engels (1878)

Posted by Edi Purwanto pada Mei 23, 2008

Alih Bahasa: Ira Iramanto

Karya berikut ini sama sekali tidak berasal dari suatu “dorongan kalbu”. Sebaliknya, temanku Liebknecht dapat bersaksi akan usahanya yang keras untuk membujuk diriku mengarahkan sorotan kritik pada teori paling baru Herr Dühring mengenai sosialisme. Sekali kuputuskan untuk melakukan hal itu, aku tidak mempunyai pilihan lain kecuali menyelidiki teori ini, yang mengklaim merupakan buah praktikal terakhir dari suatu sistem filosofikal baru, dalam kaitannya dengan sistem ini, dan dengan demikian memeriksa sistem itu sendiri. Karenanya aku terpaksa mengikuti Herr Dühring ke dalam wilayah yang sangat luas, di mana ia berbicara mengenai segala hal yang mungkin dan mengenai hal-hal lain pula. Itulah menjadi asal-usul serentetan karangan yang muncul dalam Vorwärts Leipzig dari awal tahun 1877 dan seterusnya dan disajikan di sini sebagai suatu kesatuan yang berangkaian. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh | Leave a Comment »

Paul Feyerabend: Against Method

Posted by Edi Purwanto pada Mei 14, 2008

Paul Feyerabend (1924-1994) mempelajari sejarah dan sosiologi sebelum memutuskan untuk mendalami fisika. Tesis doktornya diperoleh dalam filsafat di bawah bimbingan Karl Popper. Karya terbesar Feyerabend adalah Against Method yang ditulis pada tahun 1975.

Pada awalnya, sebagai murid Popper, Feyerabend mendukung filosofi dan prinsip falsifikasi Popper namun kemudian dia berbalik menjadi salah seorang penentang Popper. Feyerabend berpendapat bahwa prinsip falsifikasi Popper tidak dapat dijalankan sebagai satu-satunya metode ilmiah untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Baca entri selengkapnya »

Posted in pemikiran tokoh | 6 Comments »

 
%d blogger menyukai ini: